CONTOH MAKALAH ILMU KOMPTER
CONTOH MAKALAH ILMU KOMPTER
MAKALAH
JARINGAN
DALAM ILMU KOMPUTER
PEMBELAJARAN
DPK SMKN1 KDS KELAS
X
TJKT

GURU
PENGAMPUH : HARYANTO, S.kom
DI
SUSUN OLEH :
DAVID
KELAS
X TJKT
SMK NEGERI 1 KUNTO DARUSSALAM
PUSAT KEUNGGULAN
KABUPATEN ROKAN HULU, PROVINSI RIAU TAHUN
AJARAN 2024/2025
KATA
PENGANTAR
Dalam era digital yang semakin
berkembang pesat, pengetahuan tentang jaringan komputer menjadi semakin penting
bagi semua pihak yang terlibat dalam teknologi informasi. Makalah ini bertujuan
untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang beberapa konsep dasar
dalam jaringan komputer.
Pada makalah ini, kita akan membahas
beberapa konsep utama, antara lain IP Address, DNS, DHCP, Firewall, Gateway,
dan Topologi Jaringan. Setiap topik akan diuraikan secara rinci, termasuk definisi,
fungsi, dan peranannya dalam pengaturan dan pengelolaan jaringan komputer.
Pemahaman yang mendalam tentang IP
Address akan mencakup klasifikasi berdasarkan kelas, termasuk kelas A, kelas B,
dan kelas C. Kami juga akan membahas peran DNS dalam mengonversi nama domain
menjadi alamat IP, serta fungsi DHCP dalam alokasi otomatis alamat IP.
Selain itu, makalah ini akan membahas
peran Firewall dalam keamanan jaringan, peran Gateway dalam menghubungkan
jaringan yang berbeda, dan berbagai jenis Topologi Jaringan, seperti Topologi
BUS, Topologi Ring, dan Topologi Star.
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………………………...... i
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………………………....... ii
1. IP
Address ………………………………………………………………
1
2. Kelas
kelas ip addres…………………………………………………… 2
3. DNS
……………………………………………………………………...
3
4. DHCP
…………………………………………………………………… 7
5. Firewal
…………………………………………………………………..
9
6. Gateway
………………………………………………………………… 13
7.
Topologi Jaringan Di ip
addres ……………………………………….. 16
8.
Penutup…………………………………………………………………..
ii
1. IP Addres
Alamat IP (Internet Protocol Address) adalah serangkaian
angka unik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dalam jaringan
komputer yang menggunakan protokol internet. Alamat ini memungkinkan perangkat
untuk berkomunikasi dan bertukar data di jaringan internet atau lokal. Setiap
perangkat yang terhubung ke jaringan, seperti komputer, smartphone, atau
printer, memiliki alamat IP tersendiri.
Berikut
adalah penjelasan lengkap tentang alamat IP:
Pengertian
Alamat IP
Alamat IP
adalah seperti alamat rumah di dunia nyata, tetapi untuk perangkat digital. Ini
memastikan bahwa data yang dikirim melalui internet tiba di tujuan yang benar.
Rentang angka alamat IP adalah dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255.
Fungsi
Alamat IP
Fungsi
utama dari alamat IP adalah sebagai media komunikasi bagi perangkat untuk
mengarahkan permintaan dan data ke tujuan yang tepat melalui jaringan. Ini
memungkinkan perangkat untuk mengakses situs web dan layanan online lainnya.
Cara Kerja
Alamat IP
Ketika Anda
mengunjungi sebuah situs web, perangkat Anda terhubung ke router yang
disediakan oleh penyedia layanan internet (ISP). Router ini kemudian
berkomunikasi dengan server tempat situs web disimpan untuk mengakses dan
mengirim kembali data yang diperlukan ke perangkat Anda. Setiap perangkat dalam
proses ini memiliki alamat IP yang memungkinkan mereka saling mengenali dan
berkomunikasi.
Jenis-Jenis
Alamat IP
Ada dua
versi utama alamat IP:
- IPv4: Ini adalah versi yang lebih umum, terdiri dari
empat set angka yang dipisahkan oleh titik, misalnya 192.168.1.1.
- IPv6: Versi yang lebih baru dengan format yang lebih
panjang untuk mengatasi kekurangan jumlah alamat di IPv4, misalnya 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334.
Alamat IP
juga bisa bersifat statis atau dinamis:
- Statis: Tetap sama dan tidak berubah setiap kali
perangkat terhubung ke internet.
- Dinamis: Diberikan oleh server (melalui DHCP) dan bisa
berubah setiap kali perangkat terhubung ke jaringan.
Ancaman
Keamanan Terkait Alamat IP
1
Alamat IP
dapat menjadi target serangan siber. Oleh karena itu, penting untuk mengamankan
alamat IP Anda dengan firewall, VPN, dan langkah-langkah keamanan lainnya untuk
menjaga privasi dan keamanan data Anda.
2. Kelas kelas ip addres
Berikut adalah penjelasan
lengkap tentang alamat IP dari kelas A hingga C:
Kelas A
- Alamat IP kelas A
banyak digunakan untuk jaringan komputer berskala besar.
- IP Kelas A memiliki jumlah jaringan 126 dan setiap
jaringan mampu untuk menampung 16,777,214 host.
- Dalam alamat IP kelas A Nomor urut bit tertinggi
selalu diset dengan nilai Nol (0) sedangkan untuk tujuh bit berikutnya
digunakan untuk pelengkap oktet pertama yang berfungsi untuk network
identifier.
- Sementara untuk tiga oktet terakhir digunakan
untuk host identifier.
- Range IP Address kelas A mulai 1.xxx.xxx.xxx
sampai 126.xxx.xxx.xxx.
Kelas B
- Kelas IP Address yang satu ini digunakan untuk
jaringan komputer dengan skala menengah sampai besar.
- IP Kelas B menyediakan 16,384 jaringan dan setiap
jaringan menampung hingga 65,534 host.
- Nomor urut pada dua bit pertama dalam oktet
pertama selalu diset dengan nilai 10 dalam bilangan biner.
- Sementara untuk 14 bit berikutnya digunakan untuk
melengkapi dua oktet pertama sebagai network identifier.
- Untuk 16 bit berikutnya (Dua oktet terakhir)
berfungsi sebagai host identifier.
- Range IP Address kelas B mulai dari 128.0.xxx.xxx
sampai 191.255.xxx.xxx12.
Kelas C
- Kelas IP Address yang satu ini biasanya digunakan
untuk jaringan komputer skala kecil.
- IP Address kelas C menyediakan 2,097,152 jaringan
dan setiap jaringan dapat menampung 254 host.
- Pada tiga bit pertama pada Oktet pertama selalu
bernilai 110 (dalam bilangan biner) kemudian 21 bit berikutnya (tiga oktet
pertama) membentuk network identifier.
- Kemudian untuk 8 bit berikutnya (Oktet terakhir)
digunakan untuk host identifier.
- Range IP Address kelas C mulai dari 192.0.xxx.xxx
sampai 223.255.xxx.xxx12.
2
3.
Apa itu DNS
Domain
name system atau DNS
adalah Server yang menghubungkan URL dengan IP address.
Ini merupakan sistem yang digunakan untuk menggantikan alamat IP dengan nama
domain yang lebih mudah diingat oleh pengguna di internet.
Artinya, sistem DNS
akan mengubah URL website menjadi IP Addres, sehingga pengguna
tidak perlu lagi menuliskan alamat IP ketika hendak mengunjungi sebuah situs.
Pada dasarnya, DNS
bertindak seperti buku telepon internet. Misalnya, ketika kamu ingin
mengunjungi Google di web broswer, cukup ketikkan nama domain
“www.google.com”, tanpa perlu repot menuliskan alamat IP “172.217.0.142” ke
dalam address bar.
Jadi, kamu hanya
perlu mengingat nama-nama situs web tanpa perlu menghafal angka-angka IP address yang
rumit.
Fungsi dns
Secara
garis besar, fungsi DNS server adalah untuk menerjemahkan alamat IP ke nama
domain. Namun, jika diuraikan lebih detail, DNS memiliki fungsi lain yang
mencakup beberapa hal berikut:
·
Mengidentifikasi alamat
komputer dalam suatu jaringan.
·
Menyediakan alamat IP
untuk setiap host.
·
Meminta informasi IP address website
berdasarkan alamat domain.
·
Mentranskripsikan hostname menjadi
IP address ataupun sebaliknya.
·
Mencari data yang sesuai
di database server untuk ditampilkan pada web browser klien.
·
Melakukan pendataan server
email dan mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.
·
Mendistribusikan trafik
secara merata di antara beberapa server dengan alamat IP yang sama.
·
Memberikan beberapa
nama host alternatif untuk alamat IP yang sama.
·
Mengalihkan lalu lintas (traffic
redirection) pengguna dari lokasi tertentu ke server terdekat untuk
mempercepat respons dan meminimalkan latency.
Cara kerja dns
3
Setelah memahami
pengertian DNS dan fungsinya, selanjutnya kamu akan mempelajari cara kerja
sistem ini. Cara kerja DNS server memiliki mekanisme yang sistematis, urutannya
seperti berikut:
1. Pengguna mengetik “dewaweb.com” ke dalam address bar.
Permintaan (query) untuk informasi situs web dimulai dengan
melibatkan resolver DNS. Resolver adalah
komponen pada server ISP atau perangkat pengguna yang bertanggung
jawab untuk menangani permintaan DNS.
2. Resolver menanyakan DNS root
name server (.) untuk mencari informasi mengenai domain
“dewaweb.com”. Root name server adalah semacam database yang
meneruskan permintaan ke server berikutnya, yakni root server.
3. Root server merespons resolver dengan alamat
DNS server top-level domain (TLD) yang mengelola domain “.com”. Permintaan
selanjutnya akan diarahkan ke TLD .com.
4. Resolver membuat permintaan ke server TLD .com untuk mendapatkan
informasi mengenai domain “dewaweb.com”.
5. Server TLD merespons permintaan dengan
memberikan alamat IP dari server domain tersebut.
6. Resolver meneruskan kueri ke nameserver yang
mengelola domain “dewaweb.com”. Nameserver ini memiliki
informasi rinci tentang alamat IP dan layanan terkait domain tersebut.
7. Alamat IP untuk “dewaweb.com” ditemukan
dalam nameserver, kemudian dikirimkan kembali ke resolver.
8. Setelah itu, resolver DNS memberikan alamat
IP dari “dewaweb.com” ke web browser.
9. Dengan alamat IP yang diberikan oleh resolver, browser dapat
mengirimkan permintaan ke server yang meng-host situs “dewaweb.com”
untuk mengambil konten yang ada di dalamnya.
Keunggulan DNS
Sekarang, kamu
sudah paham apa itu DNS beserta fungsi dan cara kerjanya. Lalu, apa saja
keunggulan dari domain name system? Simak ulasannya di bawah ini.
1. Lebih mudah diingat
Keunggulan
utama DNS adalah memudahkan pengguna mengakses website tanpa harus mengetikkan
alamat IP-nya. Jadi, kamu tinggal mengetikkan nama domain saja dan akan
langsung diarahkan ke website tersebut.
Bayangkan kalau
kamu harus mengingat deretan angka alamat IP yang acak hanya untuk menuju satu
website saja. Terlebih, setiap website memiliki alamat IP yang berbeda, sangat
sulit bukan?
4
2. Lebih mudah dikonfigurasi
Keunggulan
lainnya, yakni lebih mudah dikonfigurasi. Jadi, jika terjadi kendala pada
alamat IP yang digunakan, kamu dapat menggantinya dengan alamat IP berbeda
secara mudah melalui bantuan DNS.
Bagaimana caranya?
Caranya hanya dengan melakukan pembaruan data pencocokan DNS dan alamat IP.
Supaya lebih jelas, kamu bisa melihat kembali bagaimana alur kerja DNS yang
sebelumnya sudah dijelaskan,
3. Lebih aman untuk digunakan
Ketika
menggunakan sistem DNS, seluruh kegiatan transfer data online akan
berlangsung melalui server DNS yang keamanannya terjamin. Sistem ini mampu
mencegah upaya peretasan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadi,
website kamu akan lebih aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bagian-Bagian
DNS
Prinsip
DNS adalah mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP address.
Hal ini bisa terjadi karena setiap komponen memiliki bagian-bagian yang
terhubung satu sama lain..
1. Recursive Resolver
Recursive
resolver adalah bagian
pertama yang melakukan pencarian informasi IP address melalui
DNS. Jika informasi tidak ditemukan pada cache server, maka sistem
akan melakukan pencarian pada cache ISP.
2. Root Server
Root
server adalah database yang
menjawab pertanyaan-pertanyaan soal nama domain dan IP address. Root
server sendiri tidak memiliki semua informasi tentang hostname dan
IP address. Namun, server ini bisa meneruskan permintaan ke pihak
lain yang memiliki informasi tersebut.
Hingga saat ini,
ada 13 root server yang ada di dunia. Root server diurutkan
secara alfabetis dan dikelola oleh organisasi seperti Internet System
Consortium, Verisign, the U.S Army Research Lab, dan ICANN.
3. TLD Server
Dari root
server, sistem akan menggunakan top-level domain server
untuk menemukan jenis informasi yang dicari. Setiap TLD seperti .com, .id,
.au, .org, .edu memiliki server yang spesifik.
5
Misalnya, jika TLD
memiliki ekstensi domain ID, maka server yang digunakan adalah server Indonesia.
Dengan membaca informasi ini, sistem akan meneruskan pencarian informasi ke
server yang memiliki data tersebut.
4. Authoritative name server
Authoritative
name server adalah jenis
server yang memiliki informasi lengkap tentang situs yang dituju. Jika
informasi yang diminta sudah sesuai, browser akan menampilkan
halaman yang diminta oleh pengguna.
Umumnya, proses
pencarian ini akan diulang guna memastikan informasi tetap up-to-date.
Namun, beberapa informasi juga disimpan dalam bentuk cache agar
proses query berjalan lebih cepat.
Jenis-jenis
DNS records
DNS Records adalah
instruksi yang dibuat dan disimpan di server DNS yang disebut Zone File.
Catatan ini memberikan detail penting yang berkaitan dengan domain dan
nama host.
Hal ini juga akan
membantu server DNS mengarahkan query ke tempat yang dituju.
Berikut ini beberapa jenis DNS Records yang umumnya dijumpai:
·
A (Address) record – Menyimpan informasi mengenai hostname. Biasanya
digunakan untuk memetakan Fully Qualifed Domain Name (FQDN) ke alamat
IPv4 dan bertindak sebagai translator dengan mengubah nama
domain ke alamat IP.
·
AAAA (Quad A) – Menyimpan informasi hostname dan
hubungannya ke alamat IPv6.
·
CNAME – Canonical name atau alias yang merujuk
ke domain atau subdomain lain, tapi tidak ke alamat IP. CNAME sering digunakan
untuk melakukan redirect domain atau subdomain ke sebuah
IP address.
·
ANAME – Jenis record yang berguna untuk
menunjukkan root level domain ke hostname atau FQDN.
·
SOA (Start of Authority) – Muncul di bagian awal dokumen DNS zone dan
menyimpan informasi tentang domain yang terhubung pada server. SOA juga merujuk
pada Authoritative Name Server.
·
NS (Name Server) – Merupakan catatan name server yang
berfungsi untuk memetakan domain agar dimasukkan ke dalam sebuah daftar server
DNS.
·
MX (Mail Exchange) – Record yang mengidentifikasi server
untuk menangani mail. Record ini juga digunakan dalam merekam
server SMTP agar domain dapat saling mengirimkan email.
·
TXT (Text) – Data DNS yang memberikan informasi teks ke sumber di
luar domain untuk memvalidasi email, situs, memverifikasi domain di search
console, dan sebagainya.
·
6
SRV (Service) – Record yang
berisi tentang spesifikasi data DNS, seperti priority, name, weight, port, points,
dan TTL. SRV mengizinkan layanan seperti instant messaging, atau
VoIP yang diarahkan untuk memisahkan host dan lokasi port.
·
PTR (Pointer) – PTR disebut juga RDNS atau reverse DNS.
Bagian ini merupakan kebalikan dari A record, PTR mengarahkan IP
menjadi sebuah domain atau hostname.
4.
Apa itu DHCP
DHCP
adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah protokol
yang digunakan untuk distribusi IP Address pada jaringan komputer secara
dinamis. Dengan menggunakan DHCP Anda dapat melakukan konfigurasi IP address
pada setiap perangkat di jaringan komputer secara otomatis.
Selain IP Address, ada
beberapa konfigurasi lainnya yang dapat didistribusikan melalui DHCP seperti
default gateway, DNS server dan subnet mask.
Pada
jaringan komputer yang tidak menerapkan DHCP, administrator jaringan harus
melakukan konfigurasi IP address secara manual pada setiap perangkat, hal ini
tentunya akan membutuhkan lebih banyak waktu dan tidak efisien. Apalagi pada
jaringan komputer dengan skala besar.
Fungsi DHCP
Selain untuk
melakukan konfigurasi IP address secara otomatis, DHCP mempunyai fungsi sebagai
berikut:
1.
Mencegah Terjadinya Konflik IP
Konflik
IP address adalah adanya beberapa perangkat yang mempunyai IP address sama
dalam sebuah jaringan. JIka terjadi konflik maka perangkat tidak dapat terhubung
ke jaringan. Konflik IP address biasanya terjadi ketika konfigurasi dilakukan
secara manual. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan DHCP.
2.
Pembaruan IP Secara Otomatis
DHCP
mendukung pembaruan IP secara otomatis, sehingga jika IP address yang digunakan
sebelumnya telah kadaluarsa akan diperbarui secara otomatis agar perangkat
dapat tetap t erhubung ke jaringan.
3.
Mendukung Penggunaan Kembali IP
7
Konfigurasi jaringan pada
DHCP bersifat sementara dalam jangka waktu tertentu yang disebut dengan lease
time. Jika perangkat sudah tidak menggunakan IP address maka IP tersebut
dapat dipergunakan kembali oleh perangkat lain yang mengajukan request.
Cara Kerja DHCP
Agar dapat bekerja
dengan baik DHCP memerlukan DHCP Server dan DHCP Client. DHCP server bertugas
untuk mengelola konfigurasi jaringan komputer yang meliputi:
- Penentuan
IP gateway
- Penentuan
IP DNS server
- Subnet
mask
- Lease
time
Sementara DHCP
Client adalah perangkat yang menerima konfigurasi IP Address dari DHCP server
sehingga bisa terhubung dengan baik. Komunikasi antara DHCP Server dan DHCP
Client untuk konfigurasi jaringan ini disebut dengan istilah DHCP
Handshake. Berikut tahapan yang terjadi pada komunikasi tersebut:
1.
Discovery
Pada
tahap ini perangkat client akan mencari DHCP server dengan mengirimkan
broadcast packet berupa discover message. Discover message berisi
pesan bahwa client membutuhkan konfigurasi IP address.
2.
Offer
Setelah
menemukan DHCP server dan discovery message diterima, maka DHCP server akan
merespon dengan offer message yang berisi konfigurasi IP
address yang tersedia untuk client.
3.
Request
Setelah
offer message diterima oleh DHCP client, maka client akan mengirimkan request
message yang berisi bahwa client menyetujui penawaran atau offer
message sebelumnya diberikan oleh DHCP server.
4.
Acknowledgement
Pada
tahap ini DHCP server akan mengirimkan DHCP Acknowledgement yang berisi
informasi konfigurasi IP address serta lease time (lama
waktu sewa IP). Selain itu DHCP server juga akan mengubah status IP yang sudah
dipinjamkan ke client. Sampai tahap ini client sudah dapat mendapatkan
konfigurasi IP sehingga dapat terhubung ke jaringan untuk berkomunikasi.
8
5.
Apa itu firewall
Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang
mampu melindungi dari serangan virus, malware, spam, dan
berbagai jenis serangan internet lainnya. Dapat dikatakan juga bahwa, firewall merupakan
perangkat lunak untuk mencegah akses yang dianggap ilegal atau tidak sah dari
jaringan pribadi (private network).
Sehingga,
tugas utama dari adanya firewall sendiri adalah untuk
melakukan monitoring dan mengontrol semua akses masuk atau keluar koneksi
jaringan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan.
Namun,
masih terdapat beberapa orang atau user yang belum aware dengan
adanya sistem ini dan cenderung mengabaikan dari sistem keamanan pada jaringan
komputer. Selain itu, firewall juga mempunyai peranan penting
dalam menjaga keamanan lalu lintas pada jaringan internet yang terhubung dengan
perangkat komputer anda.
Fungsi Firewall
Terdapat banyak
sekali keunggulan dan fitur yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna agar tetap
aman dalam mengakses halaman situs. Berikut ini merupakan beberapa fungsi utama
dari penerapan firewall pada perangkat anda.
1. Melindungi Data dari Serangan Hacker
Pertama,
jika anda sering mengakses internet dan tidak mengontrol aktivitas lalu lintas
anda. Maka, semakin besar peluang anda untuk terkena peretasan data yang
dilakukan oleh hacker untuk mendapatkan informasi
penting milik anda.
Untuk dapat
mencegah terjadinya hal tersebut, maka anda perlu untuk selalu mengaktifkan
sistem perlindungan dari firewall agar anda tetap dapat
berselancar di internet dengan nyaman dan aman.
2. Mampu Memblok Konten yang tidak Diinginkan
Kedua,
fitur dari firewall juga dapat digunakan untuk memblokir atau
melarang sebuah konten website dari alamat yang spesifik pada
perangkat komputer anda. Selain itu, anda juga dapat mengatur alamat URL apa
saja yang tidak boleh untuk diakses pada device anda.
3. Untuk Monitoring Bandwidth
Ketiga, firewall juga
berfungsi untuk membatasi dan memonitor layanan bandwidth yang
bisa digunakan. Selanjutnya, anda juga dapat menetapkan batasan untuk setiap
konten berupa gambar, video, musik, atau hiburan lain. Anda juga dapat
menentukan sendiri konten yang cocok
dengan minat dan keinginan anda, misalnya konten di bidang bisnis dan IT.
9
4. Dapat Mengakses Layanan VPN
Di dalam firewall juga
memfasilitasi dengan adanya fitur VPN (Virtual Private Network) yang
berfungsi untuk dapat mengakses berbagai akses konten atau website yang
diblokir oleh pihak provider. Hal tersebut tentunya dapat
meningkatkan produktivitas dan sistem data sharing yang akan
diimplementasikan.
Jenis-Jenis dari Firewall
Sebagai sistem
keamanan perangkat, terdapat beberapa jenis firewall yang
dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut merupakan jenis-jenis firewall yang
dapat diketahui:
1. Next Generation Firewall
Jenis
firewall yang pertama adalah Next Generation Firewall sering
diklaim sebagai bentuk dari firewall masa kini. Dimana,
untuk next generation firewall terbagi menjadi tiga fitur
utama, yaitu pengecekan detail paket, evaluasi sumber paket,
serta penentuan penilaian identitas paket.
Jika dilihat dari
perspektif bentuk, maka firewall jenis ini terbagi lagi
menjadi tiga, yaitu hardware, software, dan cloud.
2. Packet Filtering Firewall
Jenis
yang kedua adalah packet filtering firewall, merupakan tipe
paling senior daripada jenis firewall lainnya. Proses kerja
dari jenis ini adalah dengan cara mengecek paket sistem tersebut.
Proses pengecekan
yang dilakukan meliputi validasi alamat IP, nomor port, tipe, dan
kebutuhan lainnya. Kelebihan dari jenis packet filtering firewall adalah
ringan dan tidak banyak berpengaruh pada performa dari sistem tersebut.
3. Proxy Firewall
Proxy
firewall sering juga
disebut dengan application – level gateway yang bekerja dengan
memproses nilai sumber paket beserta isinya. Hal tersebut nantinya akan muncul
perbedaan ketika anda memakai proxy firewall.
4. Stateful Inspection Firewall
10
Jenis wirefall terakhir
adalah stateful inspection firewall, dimana fungsi utamanya
adalah untuk mengecek packet source dan membuka isi dari paket
tersebut. Jika anda menggunakan sistem ini, maka otomatis dapat meningkatkan tingkat
keamanan, namun dapat mengurangi performa komputer anda.
Manfaat Firewall
1. Melindungi Komputer dari Akses Ilegal
Jarak Jauh
Manfaat
yang pertama, firewall dapat melindungi dan mencegah dari
praktik akses ilegal jarak jauh yang dapat dilakukan oleh seorang hacker. Misalnya
saja, kursor dari mouse anda yang tiba – tiba dapat bergerak secara sendirinya.
Tentu saja hal tersebut dapat terjadi dengan tujuan untuk praktik peretasan
informasi atau data pribadi anda.
Dengan
adanya perlindungan dari firewall, maka hal tersebut dapat
diantisipasi dengan menerapkan konfigurasi OS yang benar. Serta, dapat
menonaktifkan akses kontrol desktop jarak jauh yang dilakukan
oleh peretas perangkat komputer anda.
2. Mampu Membuat Aplikasi Game Online
Menjadi Lebih Aman
Berikutnya,
bagi anda yang suka bermain dengan online gaming, tentunya akan
sangat mengkhawatirkan jika saat bermain muncul sebuah malware atau
pesan adanya virus dalam komputer tersebut.
Oleh karena itu,
dengan adanya firewall maka dapat mencegah hal tersebut
terjadi semakin besar dan mampu diblokir secara cepat dan akurat.
3. Dapat Memblokir Pesan yang Tertaut
Di
dalam internet pun juga dapat terjadi berbagai kemungkinan yang tidak
diinginkan oleh user. Tentunya, dalam internet juga berpeluang
muncul malware yang melintas pada dunia maya. Dengan firewall,
maka dapat mencegah terjadinya hal tersebut semakin melebar dan berdampak buruk
bagi kesehatan perangkat anda.
Cara Kerja Firewall untuk Melindungi
Perangkat Komputer
Di dalam firewall sendiri
terbagi menjadi tiga metode untuk dapat mengontrol lalu lintas data keluar
masuk data dari jaringan, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Lakukan Penyaringan (Filtering) Paket
Pada
metode menggunakan paket potongan kecil data nantinya akan dianalisis terhadap
sebuah satu set filter. Selanjutnya, paket yang telah melalui
tahap filter masuk akan dikirim ke sistem yang diminta. Dan
untuk paket lainya akan dibuang.
11
|
11 |
2. Proxy Service
Pendekatan
metode selanjutnya yaitu menggunakan proxy, dimana informasi di
internet akan diambil oleh firewall dan kemudian akan dikirim
menuju sistem yang diminta. Begitu juga sebaliknya, sehingga akan terjadi
proses yang terus berkelanjutan sesuai dengan layanan proxy yang
diterapkan.
3. Melaksanakan Inspeksi Stateful
Metode
terakhir terbilang cukup baru, dimana sistem tersebut akan membandingkan bagian
kunci tertentu dari paket dengan basis data informasi
terpercaya.Dimana, informasi dari firewall tersebut akan
menentukan secara spesifik terkait karakteristik yang nantinya menghasilkan
kecocokan yang masuk akal.
12
6.
Apa itu Gateway
Arti gateway adalah
sebuah perangkat atau penghubung jaringan antara satu komputer dengan komputer
lainnya, baik sesama komputer besar atau dari komputer besar ke komputer
kecil. Gateway menghubungkan dua jaringan dengan protokol
informasi/komunikasi yang berbeda namun secara bersamaan.
Tidak
hanya menghubungkan satu atau dua komputer saja, gateway bahkan
mampu menghubungkan banyak komputer dalam satu jaringan yang besar. Gateway juga
tetap bisa menghubungkan beberapa jaringan komputer walaupun arsitektur
dan pola topologi dari setiap jaringan berbeda. Pada dasarnya, fungsi gateway yaitu
sebagai “gerbang atau gate” antara dua jaringan. Gateway berfungsi
sebagai titik keluar dan masuk untuk jaringan karena semua data harus
melalui gateway komunikasi sebelum dirutekan.
Cara
Kerja Gateway dalam Jaringan
Secara
umum, cara kerja gateway merupakan sebuah proses jaringan yang
bisa terhubung sampai ke jaringan yang berbeda. Jaringan komputer biasanya
memiliki setidaknya dua atau lebih jenis gateway interface yang
nantinya akan digunakan sebagai penghubung kedua jaringan tersebut untuk proses
transfer data.
Misalnya, ketika kamu
hendak membuka sebuah website, Web broswer kamu akan
melewati gateway yang nantinya akan memberi arahan agar paket
tersebut sampai ke tujuannya
Fungsi Gateway
Selain fungsi yang
sudah disebutkan di atas, masih banyak fungsi lain dari gateway. Berikut
ini beberapa fungsi gateway diantaranya yaitu.
1. Hardware sharing
Fungsi pertama
dari gateway adalah hardware sharing, yaitu
menggunakan perangkat keras secara bersamaan. Contohnya di sini yaitu
penggunaan printer pada sebuah kantor. Seringkali di sebuah ruangan terdapat
setidaknya satu printer. Dengan adanya sistem gateway maka
seluruh orang yang ada pada ruangan tersebut dapat menggunakannya.
2. Protocol converting
Berikutnya gateway berfungsi
sebagai konversi protokol. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, fungsi
utama gateway yaitu menghubungkan berbagai jaringan meski
menggunakan protokol yang berbeda. Nah, tugas gateway di
sini memastikan bahwa meskipun protokolnya berbeda namun tetap bisa terhubung
dengan baik.
13
3. Memudahkan akses informasi
Setelah
berhasil mengonversi protokol dan menyamakannya, fungsi gateway selanjutnya
mempermudah akses terhadap informasi yang dibutuhkan karena komputer tersebut
sudah saling terhubung dan dapat bertukar data. Jika tidak ada gateway, maka
kedua komputer tersebut yang memiliki protokol berbeda tidak bisa saling
terkoneksi.
4. Membantu kinerja
komputasi
Fungsi gateway berikutnya
yaitu dapat membantu kinerja komputasi. Pada kondisi tertentu, gateway bisa
membantu perusahaan untuk mengoptimalkan stabilitas komputasi. Caranya yaitu
dengan membagi atau memberikan tugas komputasi ke komputer lain yang memiliki
jaringan sama ketika overload.
5. Pengaturan data yang mudah
Dengan
adanya gateway dalam sebuah bisnis atau perusahaan yang
menggunakan banyak komputer, maka akan memudahkan dalam integrasi atau
organisasi data. Terlebih jika terdapat berbagai divisi dan departemen yang
bekerja secara terpisah.
Ketika komputer
sudah terhubung dengan gateway, maka pihak-pihak yang
membutuhkan data atau informasi bisa lebih mudah mendapatkannya. Kemudian,
harus ada seorang admin yang bertugas mengontrol keamanan dan pengaturan data
tersebut.
Jenis jenis Gateway
Gateway dibagi menjadi beberapa jenis, yang dibedakan
berdasarkan arah alur informasi dan data. Di bawah ini beberapa jenis gateway sebagai
berikut:
1. Network gateway
Jenis pertama merupakan yang paling umum
dari gateway, yaitu yang menyediakan interface antara
dua jaringan berbeda yang beroperasi dengan protokol yang berbeda juga. Apabila
terdapat gateway yang disebut tanpa diikuti nama jenisnya,
maka bisa dipastikan jika itu adalah network gateway.
2. Cloud storage gateway
Merupakan node jaringan atau server
yang menjadi penerjemah dari permintaan penyimpanan dengan panggilan API yang
layanan cloud yang berbeda. Jenis cloud-nya
sendiri di antaranya seperti REST (Representational State Transfer) dan
SOAP (Simple Object Access Protocol). Dengan jenis gateway ini,
maka integrasi penyimpanan cloud pribadi ke aplikasi dapat
terfasilitasi dengan mudah tanpa perlu melakukan transfer aplikasi ke public
cloud.
14
3. IoT gateway
loT gateway merupakan
penggabungan data sensor seluruh perangkat IoT, kemudian dilakukan proses
penerjemahan dua atau lebih protokol sebelum data dikirim ke jaringan
layanan cloud. Berdasarkan fungsi tersebut, gateway IoT
dapat menghubungkan perangkat jaringan cloud berbasis IoT
dengan aplikasi para penggunanya.
4. VoIP trunk gateway
Jenis gateway ini
bertugas memfasilitasi pertukaran data antara perangkat PSTN dengan jaringan VoIP.
Sehingga memungkinkan pengguna PSTN (public switched telephone network) dapat
tersambung ke jaringan VoIP (voice over internet protocol) tanpa
harus ada operator.
5. Bidirectional gateway
Bidirectional
gateway merupakan
jenis gateway yang memungkinkan data bergerak menuju dua arah
yang berbeda, itulah mengapa jenis ini juga dapat menjadi alat sinkronisasi.
6. Unidirectional gateway
Berbeda dengan sebelumnya, jenis gateway terakhir
ini data hanya bergerak ke satu arah saja. Jenis ini seringkali digunakan
sebagai alat untuk pengarsipan.
15
7. Topologi
Jaringan Di ip addres
Topologi jaringan adalah pengaturan fisik dan logis dari node
dan koneksi dalam jaringan. Node biasanya menyertakan perangkat seperti
sakelar, router, dan perangkat lunak dengan fitur sakelar dan router. Topologi
jaringan sering direpresentasikan sebagai grafik.
Topologi jaringan menggambarkan susunan jaringan dan lokasi
relatif arus lalu lintas. Administrator dapat menggunakan diagram topologi
jaringan untuk menentukan penempatan terbaik untuk setiap node dan jalur
optimal untuk arus lalu lintas. Dengan topologi jaringan yang terdefinisi
dengan baik dan terencana, organisasi dapat lebih mudah menemukan kesalahan dan
memperbaiki masalah, meningkatkan efisiensi transfer datanya
Ada
dua jenis koneksi dalam sistem jaringan komputer. Jenis-jenis tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Topologi Jaringan Fisik
Ini dapat dijelaskan sebagai jenis koneksi
yang nyata. Ini adalah koneksi fisik dalam jaringan seperti kabel, router,
sakelar, kabel, dll. Ini adalah tata letak fisik node dan koneksi antara node
jaringan.
2. Topologi Jaringan Logis
Ini dapat dijelaskan sebagai bagian
non-nyata dari koneksi atau konfigurasi perangkat lunak jaringan. Ini
menunjukkan bagaimana data mengalir di dalam jaringan. Contoh konfigurasi
tersebut adalah VLAN (Virtual LAN). Topologi logis dari dua sistem dapat
sama meskipun memiliki topologi fisik yang berbeda.
Cara
Kerja Topologi Jaringan
Di dunia yang didorong oleh teknologi ini, jaringan
memainkan peran penting dalam aktivitas sehari-hari setiap individu dan
organisasi. Tetapi harus ada beberapa model atau pedoman khusus yang harus
diikuti untuk menghubungkan satu perangkat ke perangkat lainnya. Tata letak
logis atau fisik atau konfigurasi jaringan ini dikenal sebagai topologi
jaringan, dan jika Anda seorang profesional TI, inilah yang perlu Anda ketahui.
16
Topologi
jaringan adalah pengaturan substansial dari jaringan di mana semua node
terhubung satu sama lain menggunakan tautan jaringan atau jalur penghubung.
Selain hanya menjelaskan bagaimana node saling berhubungan, topologi jaringan
juga menjelaskan bagaimana data ditransfer dalam suatu jaringan.
Topologi
jaringan logis adalah representasi tingkat tinggi tentang bagaimana dua atau
lebih node terhubung. Topologi jaringan logis menggambarkan atau menjelaskan
bagaimana sinyal bekerja pada jaringan dan bagaimana data ditransmisikan dari
satu node ke node lain pada tingkat yang sangat tinggi. Di sisi lain, topologi
fisik menggambarkan bagaimana node secara fisik terhubung satu sama lain.
Koneksi fisik dapat dibuat menggunakan kabel, konektivitas nirkabel, komponen
jaringan, dan banyak lagi.
Jenis-Jenis
Topologi Jaringan
1. Topologi Bus
Topologi bus adalah jenis topologi paling sederhana di mana bus
atau saluran umum digunakan untuk komunikasi dalam jaringan. Bus terhubung ke
berbagai tap dan dropline. Keran adalah konektornya, sedangkan dropline adalah
kabel yang menghubungkan bus dengan komputer. Dengan kata lain, hanya ada satu
saluran transmisi untuk semua node.

Berikut
kelebihan/keuntungan menggunakan topologi bus:
·
Biaya kabel sangat kurang
dibandingkan dengan topologi lain, sehingga banyak digunakan untuk membangun
jaringan kecil.
·
Terkenal dengan jaringan
LAN karena murah dan mudah dipasang.
·
Ini banyak digunakan
ketika instalasi jaringan kecil, sederhana, atau sementara.
·
17
Topologi bus adalah salah satu topologi pasif. Jadi komputer di
bus hanya mendengarkan data yang dikirim, yang tidak bertanggung jawab untuk memindahkan
data dari satu komputer ke komputer lain.
b.
Kekurangan Topologi Bus
Berikut
adalah kekurangan/kekurangan topologi bus:
·
Jika kabel umum gagal,
maka seluruh sistem akan mogok.
·
Ketika lalu lintas
jaringan padat, terjadi tabrakan di jaringan.
·
Setiap kali lalu lintas
jaringan padat, atau node terlalu banyak, waktu kinerja jaringan berkurang
secara signifikan.
·
Kabel selalu memiliki
panjang yang terbatas.
2. Topologi Ring
Topologi ring adalah topologi dimana setiap komputer terhubung
dengan tepat dua komputer lainnya membentuk ring. Penyampaian pesan bersifat
searah dan melingkar.
Topologi jaringan ini bersifat deterministik, yaitu setiap
komputer diberikan akses untuk transmisi pada interval waktu yang tetap. Semua
node terhubung dalam loop tertutup. Topologi ini terutama bekerja pada sistem
berbasis token dan token bergerak dalam satu lingkaran dalam satu arah
tertentu.

Dalam topologi ring, jika token gratis maka node dapat menangkap
token dan melampirkan data dan alamat tujuan ke token, dan kemudian
meninggalkan token untuk komunikasi. Ketika token ini mencapai node tujuan,
data dihapus oleh penerima dan token dibebaskan untuk membawa data berikutnya.
Misalnya, Token Ring, dll.
·
18
Jaringan cincin dapat menjangkau jarak fisik yang lebih jauh,
karena node akan membuat ulang pesan saat sedang diteruskan.
·
Menambahkan lebih banyak
node tidak akan memperlambat seluruh jaringan, karena hanya node yang memiliki
token yang dapat mengirimkan data; Jaringan dering yang lebih besar hanya akan
memiliki banyak token yang diedarkan.
·
Relatif terjangkau dan
mudah untuk membangun/memperluas jaringan cincin, karena pada dasarnya hanya
menempatkan perangkat ke dalam rantai daisy tertutup.
b.
Kekurangan Topologi Ring
·
Bergantung pada bagaimana
jaringan dering dikonfigurasi, satu pemutusan jaringan secara teknis masih
dapat berfungsi secara normal. Tetapi dengan 2 node yang rusak, jaringan cincin
pada dasarnya akan runtuh menjadi 2 bagian yang terpisah.
·
Sangat sulit untuk
menambah atau menghapus sebuah node, karena akan mempengaruhi seluruh jaringan.
3. Topologi Star
Topologi star adalah topologi jaringan komputer di mana semua
node terhubung ke hub terpusat. Hub atau switch bertindak sebagai middleware
antara node. Setiap node yang meminta layanan atau menyediakan layanan,
pertama-tama hubungi hub untuk komunikasi.
Perangkat pusat (hub atau sakelar) memiliki tautan komunikasi
titik ke titik (tautan khusus antara perangkat yang tidak dapat diakses oleh
beberapa komputer lain) dengan perangkat. Perangkat pusat kemudian menyiarkan
atau unicast pesan berdasarkan perangkat pusat yang digunakan. Hub menyiarkan
pesan, sedangkan sakelar unicast pesan dengan mempertahankan tabel sakelar.
Penyiaran meningkatkan lalu lintas data yang tidak perlu dalam jaringan.
19
Dalam
topologi star, hub dan switch bertindak sebagai server, dan perangkat lain yang
terhubung bertindak sebagai klien. Hanya satu port input-output dan satu kabel
yang diperlukan untuk menghubungkan sebuah node ke perangkat pusat. Topologi
ini lebih baik dari segi keamanan karena data tidak melewati setiap node.
Misalnya LAN Berkecepatan Tinggi, dll.

·
Relatif mudah diatur dan
dirawat – Cukup sambungkan atau putuskan sambungan perangkat dari hub pusat.
·
Node yang rusak tidak akan
memengaruhi jaringan lainnya.
b.
Kekurangan Topologi Star
·
Performa jaringan dan
jumlah koneksi dibatasi oleh perangkat pusat.
·
Hub atau router pusat yang
baik bisa sangat mahal.
·
Titik kegagalan. Jika node
pusat turun, seluruh jaringan runtuh.
4. Topologi Mesh
Topologi
mesh adalah topologi jaringan komputer dimana node-nodenya saling berhubungan
satu sama lain. Dengan kata lain, komunikasi langsung terjadi antara node dalam
jaringan.
Ada
terutama dua jenis Mesh:
20
– Full
Mesh: Di mana setiap node terhubung ke setiap node lain dalam jaringan.

– Partial Mesh: Di mana, beberapa node tidak terhubung ke setiap
node dalam jaringan.

Dalam topologi mesh yang terhubung penuh, setiap perangkat
memiliki tautan titik ke titik dengan setiap perangkat lain dalam jaringan.
Jika ada ‘n’ perangkat dalam jaringan, maka setiap perangkat memiliki port
input-output dan tautan komunikasi ‘(n-1)’ yang tepat.
Tautan ini adalah tautan simpleks, yaitu data bergerak hanya
dalam satu arah. Tautan dupleks (di mana data dapat berjalan di kedua arah
secara bersamaan) dapat menggantikan dua tautan simpleks.
21
Jika kita
menggunakan tautan simpleks, maka jumlah tautan komunikasi akan menjadi
‘n(n-1)’ untuk perangkat ‘n’ , sedangkan ‘n(n-1)/2’ jika kita menggunakan
tautan dupleks di topologi jala. Misalnya, Internet (WAN), dll.
a.
Keuntungan Topologi Mesh
·
Jaringan yang sangat kuat.
Satu atau dua garis putus tidak akan menyebabkan seluruh jaringan runtuh.
·
Relatif mudah untuk
memecahkan masalah dan menemukan simpul yang rusak ketika rute tertentu
mengalami gangguan.
b.
Kekurangan Topologi Mesh
·
Sangat mahal. Melibatkan
banyak pekerjaan jaringan dan kabel.
·
Mungkin tidak mudah untuk
diperluas, karena menambahkan node tambahan ke jaringan akan berarti lebih
banyak biaya dan perubahan konfigurasi.
5. Topologi Tree
Topologi Tree–juga disebut topologi “hierarki” atau
“bintang dari bintang”, topologi tree adalah kombinasi dari topologi bus dan
star. Node terhubung dalam kelompok workstation berkonfigurasi bintang yang
bercabang dari “root” tunggal. Node akar biasanya mengontrol jaringan dan
terkadang arus lalu lintas jaringan. Topologi ini mudah diperluas ketika
pengguna baru perlu ditambahkan, itu hanya masalah menambahkan hub baru. Ini
juga mudah dikendalikan karena root menyediakan

a.
Keuntungan Topologi Tree
·
Baik untuk jaringan besar
yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Misalnya, organisasi dengan berbagai
departemen – Pelatihan, keuangan, pemasaran, dll…
·
Lebih mudah dikelola
karena jaringan dibagi menjadi beberapa segmen.
·
22
Cukup kuat bila dikonfigurasi dengan benar. Jika sub-jaringan
rusak, itu tidak akan memengaruhi jaringan lainnya.
b.
Kekurangan Topologi Tree
·
Mahal untuk membangun,
karena melibatkan banyak peralatan jaringan dan kabel.
·
Tergantung pada bagaimana
jaringan pohon dibangun kembali – Jika “node tingkat atas” atau hub pusat
turun, seluruh jaringan dapat lumpuh.
6. Topologi Hybrid
Topologi Hybrid adalah topologi komputer yang merupakan
kombinasi dari dua atau lebih topologi. Dalam penggunaan praktis, mereka adalah
yang paling banyak digunakan.
Pada topologi ini, semua topologi saling berhubungan sesuai
dengan kebutuhan sehingga membentuk hybrid. Semua fitur bagus dari setiap
topologi dapat digunakan untuk membuat topologi hybrid yang efisien.

·
Desain yang fleksibel.
·
Dapat diskalakan. Perluas
sesuai kebutuhan organisasi, dan kecilkan jika diperlukan.
b.
Kekurangan Topologi Hybrid
·
Kompleks dalam desain.
Insinyur jaringan harus mengetahui berbagai topologi dan tipu muslihat
jaringan.
·
23
Ini mungkin bukan yang paling hemat biaya, karena mungkin
melibatkan penggunaan banyak perangkat jaringan yang berbeda.
Bagaimana Cara
Memilih Topologi Yang Tepat Untuk Bisnis Anda?
Ada
faktor-faktor tertentu yang harus dipertimbangkan saat memilih topologi mana
yang terbaik untuk bisnis mereka. Berikut ini adalah faktor terpenting yang
harus dipertimbangkan saat memilih topologi jaringan komputer untuk bisnis
mereka:
Mengetahui
topologi jaringan komputer yang sesuai dan memenuhi kebutuhan bisnis adalah
faktor terpenting dalam menentukan topologi jaringan mana yang harus diadopsi.
Setiap bisnis memiliki persyaratan dan kebutuhannya sendiri, misalnya beberapa
bisnis memerlukan tingkat transmisi data yang tinggi sedangkan beberapa bisnis
perlu menangani jumlah data yang lebih besar secara real time.
1. Skalabilitas
Setiap
bisnis memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Jadi skalabilitas topologi
jaringan komputer yang digunakan merupakan faktor penting. Jika pemilik bisnis
mampu memprediksi pertumbuhan bisnis maka akan lebih mudah untuk memilih
topologi komputer tertentu. Setiap topologi memiliki potensi skalabilitasnya
sendiri misalnya topologi Star memudahkan untuk menambah atau menghapus node
dari jaringan karena setiap node memiliki tautan individual dengan perangkat
pusat sedangkan dalam kasus topologi Ring penambahan atau penghapusan node
sangat merepotkan karena seluruh jaringan offline untuk menjalankan tugas-tugas
ini.
2. Hemat biaya
Biaya
selalu merupakan faktor penting secara umum. Setiap bisnis ingin menghemat
uang, mengurangi biaya, dan meningkatkan pendapatannya. Dalam kasus topologi
jaringan komputer, kompleksitas jaringan berbanding lurus dengan biaya
pengaturan topologi jaringan. Saat memilih topologi jaringan komputer, kita
tidak hanya harus mempertimbangkan biaya pengaturan jaringan tetapi juga
mempertimbangkan biaya pemeliharaan jaringan dan biaya peningkatan jaringan.
Harus
ada keseimbangan antara biaya pemasangan jaringan, pemeliharaan jaringan,
pengoperasian jaringan, dan tingkat kinerja jaringan. Misalnya topologi Mesh
mungkin merupakan topologi yang paling tidak efisien karena membutuhkan banyak
tautan sedangkan dalam kasus topologi ring dan topologi bintang, biaya jaringan
minimal.
24
3.
Keamanan
|
24 |
Keamanan
data adalah bagian yang sangat penting dari kebijakan bisnis apa pun. Keamanan
dan kerahasiaan data sangat penting dan reputasi perusahaan dipertaruhkan dalam
hal keamanan data. Topologi jaringan yang paling aman adalah topologi Mesh
karena menyediakan koneksi khusus ke setiap node dan kemungkinan kehilangan
paket data minimal dan keamanan yang ditawarkan adalah yang terbaik.
25
Penutup
25
Sebagai
penutup, kita dapat menyimpulkan bahwa jaringan komputer telah menjadi bagian
integral dari kehidupan kita sehari-hari. Dari komunikasi hingga transaksi
bisnis, jaringan komputer telah memfasilitasi pertukaran informasi yang cepat
dan efisien. Meskipun ada tantangan dalam hal keamanan dan privasi, teknologi
ini terus berkembang dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan kita. Dengan
pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana jaringan komputer bekerja, kita
dapat lebih efektif dalam memanfaatkannya dan melindungi diri kita dari potensi
risiko. Semoga makalah ini memberikan wawasan yang berguna tentang pentingnya
jaringan komputer dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya untuk keuntungan
kita
Donload : DISINI
Komentar
Posting Komentar