CONTOH MAKALAH ILMU KOMPTER

 

CONTOH MAKALAH ILMU KOMPTER



MAKALAH

JARINGAN DALAM ILMU KOMPUTER

 

PEMBELAJARAN DPK SMKN1 KDS KELAS

X TJKT

 

 

GURU PENGAMPUH : HARYANTO, S.kom

 

DI SUSUN OLEH :

DAVID

KELAS X TJKT

 

SMK NEGERI 1 KUNTO DARUSSALAM

PUSAT KEUNGGULAN

KABUPATEN ROKAN HULU, PROVINSI RIAU TAHUN AJARAN 2024/2025

 

 

KATA PENGANTAR

 

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, pengetahuan tentang jaringan komputer menjadi semakin penting bagi semua pihak yang terlibat dalam teknologi informasi. Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang beberapa konsep dasar dalam jaringan komputer.

Pada makalah ini, kita akan membahas beberapa konsep utama, antara lain IP Address, DNS, DHCP, Firewall, Gateway, dan Topologi Jaringan. Setiap topik akan diuraikan secara rinci, termasuk definisi, fungsi, dan peranannya dalam pengaturan dan pengelolaan jaringan komputer.

Pemahaman yang mendalam tentang IP Address akan mencakup klasifikasi berdasarkan kelas, termasuk kelas A, kelas B, dan kelas C. Kami juga akan membahas peran DNS dalam mengonversi nama domain menjadi alamat IP, serta fungsi DHCP dalam alokasi otomatis alamat IP.

Selain itu, makalah ini akan membahas peran Firewall dalam keamanan jaringan, peran Gateway dalam menghubungkan jaringan yang berbeda, dan berbagai jenis Topologi Jaringan, seperti Topologi BUS, Topologi Ring, dan Topologi Star.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

i

 
 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………......                  i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………….......                 ii

1.      IP Address ………………………………………………………………                1

2.      Kelas kelas ip addres……………………………………………………               2

3.      DNS ……………………………………………………………………...               3

4.      DHCP ……………………………………………………………………               7

5.      Firewal …………………………………………………………………..               9

6.      Gateway …………………………………………………………………              13

7.      Topologi Jaringan Di ip addres ………………………………………..              16

8.      Penutup…………………………………………………………………..             

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ii

 
 


1. IP Addres

 

Alamat IP (Internet Protocol Address) adalah serangkaian angka unik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dalam jaringan komputer yang menggunakan protokol internet. Alamat ini memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi dan bertukar data di jaringan internet atau lokal. Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan, seperti komputer, smartphone, atau printer, memiliki alamat IP tersendiri.

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang alamat IP:

Pengertian Alamat IP

Alamat IP adalah seperti alamat rumah di dunia nyata, tetapi untuk perangkat digital. Ini memastikan bahwa data yang dikirim melalui internet tiba di tujuan yang benar. Rentang angka alamat IP adalah dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255.

Fungsi Alamat IP

Fungsi utama dari alamat IP adalah sebagai media komunikasi bagi perangkat untuk mengarahkan permintaan dan data ke tujuan yang tepat melalui jaringan. Ini memungkinkan perangkat untuk mengakses situs web dan layanan online lainnya.

Cara Kerja Alamat IP

Ketika Anda mengunjungi sebuah situs web, perangkat Anda terhubung ke router yang disediakan oleh penyedia layanan internet (ISP). Router ini kemudian berkomunikasi dengan server tempat situs web disimpan untuk mengakses dan mengirim kembali data yang diperlukan ke perangkat Anda. Setiap perangkat dalam proses ini memiliki alamat IP yang memungkinkan mereka saling mengenali dan berkomunikasi.

Jenis-Jenis Alamat IP

Ada dua versi utama alamat IP:

  • IPv4: Ini adalah versi yang lebih umum, terdiri dari empat set angka yang dipisahkan oleh titik, misalnya 192.168.1.1.
  • IPv6: Versi yang lebih baru dengan format yang lebih panjang untuk mengatasi kekurangan jumlah alamat di IPv4, misalnya 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334.

Alamat IP juga bisa bersifat statis atau dinamis:

  • Statis: Tetap sama dan tidak berubah setiap kali perangkat terhubung ke internet.
  • Dinamis: Diberikan oleh server (melalui DHCP) dan bisa berubah setiap kali perangkat terhubung ke jaringan.

Ancaman Keamanan Terkait Alamat IP

 

1

 
Alamat IP dapat menjadi target serangan siber. Oleh karena itu, penting untuk mengamankan alamat IP Anda dengan firewall, VPN, dan langkah-langkah keamanan lainnya untuk menjaga privasi dan keamanan data Anda.

2. Kelas kelas ip addres

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang alamat IP dari kelas A hingga C:

Kelas A

  • Alamat IP kelas A banyak digunakan untuk jaringan komputer berskala besar.
  • IP Kelas A memiliki jumlah jaringan 126 dan setiap jaringan mampu untuk menampung 16,777,214 host.
  • Dalam alamat IP kelas A Nomor urut bit tertinggi selalu diset dengan nilai Nol (0) sedangkan untuk tujuh bit berikutnya digunakan untuk pelengkap oktet pertama yang berfungsi untuk network identifier.
  • Sementara untuk tiga oktet terakhir digunakan untuk host identifier.
  • Range IP Address kelas A mulai 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx.

Kelas B

  • Kelas IP Address yang satu ini digunakan untuk jaringan komputer dengan skala menengah sampai besar.
  • IP Kelas B menyediakan 16,384 jaringan dan setiap jaringan menampung hingga 65,534 host.
  • Nomor urut pada dua bit pertama dalam oktet pertama selalu diset dengan nilai 10 dalam bilangan biner.
  • Sementara untuk 14 bit berikutnya digunakan untuk melengkapi dua oktet pertama sebagai network identifier.
  • Untuk 16 bit berikutnya (Dua oktet terakhir) berfungsi sebagai host identifier.
  • Range IP Address kelas B mulai dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx12.

Kelas C

  • Kelas IP Address yang satu ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer skala kecil.
  • IP Address kelas C menyediakan 2,097,152 jaringan dan setiap jaringan dapat menampung 254 host.
  • Pada tiga bit pertama pada Oktet pertama selalu bernilai 110 (dalam bilangan biner) kemudian 21 bit berikutnya (tiga oktet pertama) membentuk network identifier.
  • Kemudian untuk 8 bit berikutnya (Oktet terakhir) digunakan untuk host identifier.
  • Range IP Address kelas C mulai dari 192.0.xxx.xxx sampai 223.255.xxx.xxx12.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 
 


3. Apa itu DNS

Domain name system atau DNS adalah Server yang menghubungkan URL dengan IP address. Ini merupakan sistem yang digunakan untuk menggantikan alamat IP dengan nama domain yang lebih mudah diingat oleh pengguna di internet.

Artinya, sistem DNS akan mengubah URL website menjadi IP Addres, sehingga pengguna tidak perlu lagi menuliskan alamat IP ketika hendak mengunjungi sebuah situs.

Pada dasarnya, DNS bertindak seperti buku telepon internet. Misalnya, ketika kamu ingin mengunjungi Google di web broswer, cukup ketikkan nama domain “www.google.com”, tanpa perlu repot menuliskan alamat IP “172.217.0.142” ke dalam address bar.

Jadi, kamu hanya perlu mengingat nama-nama situs web tanpa perlu menghafal angka-angka IP address yang rumit.

 

     Fungsi dns

Secara garis besar, fungsi DNS server adalah untuk menerjemahkan alamat IP ke nama domain. Namun, jika diuraikan lebih detail, DNS memiliki fungsi lain yang mencakup beberapa hal berikut:

·         Mengidentifikasi alamat komputer dalam suatu jaringan.

·         Menyediakan alamat IP untuk setiap host.

·         Meminta informasi IP address website berdasarkan alamat domain.

·         Mentranskripsikan hostname menjadi IP address ataupun sebaliknya.

·         Mencari data yang sesuai di database server untuk ditampilkan pada web browser klien.

·         Melakukan pendataan server email dan mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.

·         Mendistribusikan trafik secara merata di antara beberapa server dengan alamat IP yang sama.

·         Memberikan beberapa nama host alternatif untuk alamat IP yang sama.

·         Mengalihkan lalu lintas (traffic redirection) pengguna dari lokasi tertentu ke server terdekat untuk mempercepat respons dan meminimalkan latency.

     Cara kerja dns

 

3

 
Setelah memahami pengertian DNS dan fungsinya, selanjutnya kamu akan mempelajari cara kerja sistem ini. Cara kerja DNS server memiliki mekanisme yang sistematis, urutannya seperti berikut:

1.      Pengguna mengetik “dewaweb.com” ke dalam address bar. Permintaan (query) untuk informasi situs web dimulai dengan melibatkan resolver DNS. Resolver adalah komponen pada server ISP atau perangkat pengguna yang bertanggung jawab untuk menangani permintaan DNS.

2.      Resolver menanyakan DNS root name server (.) untuk mencari informasi mengenai domain “dewaweb.com”. Root name server adalah semacam database yang meneruskan permintaan ke server berikutnya, yakni root server.

3.      Root server merespons resolver dengan alamat DNS server top-level domain (TLD) yang mengelola domain “.com”. Permintaan selanjutnya akan diarahkan ke TLD .com.

4.      Resolver membuat permintaan ke server TLD .com untuk mendapatkan informasi mengenai domain “dewaweb.com”.

5.      Server TLD merespons permintaan dengan memberikan alamat IP dari server domain tersebut.

6.      Resolver meneruskan kueri ke nameserver yang mengelola domain “dewaweb.com”. Nameserver ini memiliki informasi rinci tentang alamat IP dan layanan terkait domain tersebut.

7.      Alamat IP untuk “dewaweb.com” ditemukan dalam nameserver, kemudian dikirimkan kembali ke resolver.

8.      Setelah itu, resolver DNS memberikan alamat IP dari “dewaweb.com” ke web browser.

9.      Dengan alamat IP yang diberikan oleh resolverbrowser dapat mengirimkan permintaan ke server yang meng-host situs “dewaweb.com” untuk mengambil konten yang ada di dalamnya.

 

     Keunggulan DNS

Sekarang, kamu sudah paham apa itu DNS beserta fungsi dan cara kerjanya. Lalu, apa saja keunggulan dari domain name system? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Lebih mudah diingat

Keunggulan utama DNS adalah memudahkan pengguna mengakses website tanpa harus mengetikkan alamat IP-nya. Jadi, kamu tinggal mengetikkan nama domain saja dan akan langsung diarahkan ke website tersebut.

Bayangkan kalau kamu harus mengingat deretan angka alamat IP yang acak hanya untuk menuju satu website saja. Terlebih, setiap website memiliki alamat IP yang berbeda, sangat sulit bukan?

 

4

 
 


2. Lebih mudah dikonfigurasi

Keunggulan lainnya, yakni lebih mudah dikonfigurasi. Jadi, jika terjadi kendala pada alamat IP yang digunakan, kamu dapat menggantinya dengan alamat IP berbeda secara mudah melalui bantuan DNS.

Bagaimana caranya? Caranya hanya dengan melakukan pembaruan data pencocokan DNS dan alamat IP. Supaya lebih jelas, kamu bisa melihat kembali bagaimana alur kerja DNS yang sebelumnya sudah dijelaskan,

3. Lebih aman untuk digunakan

Ketika menggunakan sistem DNS, seluruh kegiatan transfer data online akan berlangsung melalui server DNS yang keamanannya terjamin. Sistem ini mampu mencegah upaya peretasan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadi, website kamu akan lebih aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Bagian-Bagian DNS

Prinsip DNS adalah mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP address. Hal ini bisa terjadi karena setiap komponen memiliki bagian-bagian yang terhubung satu sama lain.. 

1. Recursive Resolver

Recursive resolver adalah bagian pertama yang melakukan pencarian informasi IP address melalui DNS. Jika informasi tidak ditemukan pada cache server, maka sistem akan melakukan pencarian pada cache ISP.

2. Root Server

Root server adalah database yang menjawab pertanyaan-pertanyaan soal nama domain dan IP addressRoot server sendiri tidak memiliki semua informasi tentang hostname dan IP address. Namun, server ini bisa meneruskan permintaan ke pihak lain yang memiliki informasi tersebut.

Hingga saat ini, ada 13 root server yang ada di dunia. Root server diurutkan secara alfabetis dan dikelola oleh organisasi seperti Internet System Consortium, Verisign, the U.S Army Research Lab, dan ICANN.

3. TLD Server

Dari root server, sistem akan menggunakan top-level domain server untuk menemukan jenis informasi yang dicari. Setiap TLD seperti .com, .id, .au, .org, .edu memiliki server yang spesifik.

 

5

 
Misalnya, jika TLD memiliki ekstensi domain ID, maka server yang digunakan adalah server Indonesia. Dengan membaca informasi ini, sistem akan meneruskan pencarian informasi ke server yang memiliki data tersebut.

4. Authoritative name server

Authoritative name server adalah jenis server yang memiliki informasi lengkap tentang situs yang dituju. Jika informasi yang diminta sudah sesuai, browser akan menampilkan halaman yang diminta oleh pengguna.

Umumnya, proses pencarian ini akan diulang guna memastikan informasi tetap up-to-date. Namun, beberapa informasi juga disimpan dalam bentuk cache agar proses query berjalan lebih cepat.

Jenis-jenis DNS records

DNS Records adalah instruksi yang dibuat dan disimpan di server DNS yang disebut Zone File. Catatan ini memberikan detail penting yang berkaitan dengan domain dan nama host.

Hal ini juga akan membantu server DNS mengarahkan query ke tempat yang dituju. Berikut ini beberapa jenis DNS Records yang umumnya dijumpai:

·         A (Address) record – Menyimpan informasi mengenai hostname. Biasanya digunakan untuk memetakan Fully Qualifed Domain Name (FQDN) ke alamat IPv4 dan bertindak sebagai translator dengan mengubah nama domain ke alamat IP.

·         AAAA (Quad A) – Menyimpan informasi hostname dan hubungannya ke alamat IPv6.

·         CNAME – Canonical name atau alias yang merujuk ke domain atau subdomain lain, tapi tidak ke alamat IP. CNAME sering digunakan untuk melakukan redirect domain atau subdomain ke sebuah IP address.

·         ANAME – Jenis record yang berguna untuk menunjukkan root level domain ke hostname atau FQDN.

·         SOA (Start of Authority) – Muncul di bagian awal dokumen DNS zone dan menyimpan informasi tentang domain yang terhubung pada server. SOA juga merujuk pada Authoritative Name Server.

·         NS (Name Server) – Merupakan catatan name server yang berfungsi untuk memetakan domain agar dimasukkan ke dalam sebuah daftar server DNS.

·         MX (Mail Exchange) – Record yang mengidentifikasi server untuk menangani mail. Record ini juga digunakan dalam merekam server SMTP agar domain dapat saling mengirimkan email.

·         TXT (Text) – Data DNS yang memberikan informasi teks ke sumber di luar domain untuk memvalidasi email, situs, memverifikasi domain di search console, dan sebagainya.

·        

 

6

 
SRV (Service) – Record yang berisi tentang spesifikasi data DNS, seperti prioritynameweightportpoints, dan TTL. SRV mengizinkan layanan seperti instant messaging, atau VoIP yang diarahkan untuk memisahkan host dan lokasi port.

·         PTR (Pointer) – PTR disebut juga RDNS atau reverse DNS. Bagian ini merupakan kebalikan dari A record, PTR mengarahkan IP menjadi sebuah domain atau hostname.

 

 

 

4. Apa itu DHCP

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah protokol yang digunakan untuk distribusi IP Address pada jaringan komputer secara dinamis. Dengan menggunakan DHCP Anda dapat melakukan konfigurasi IP address pada setiap perangkat di jaringan komputer secara otomatis.

Selain IP Address, ada beberapa konfigurasi lainnya yang dapat didistribusikan melalui DHCP seperti default gateway, DNS server dan subnet mask.

Pada jaringan komputer yang tidak menerapkan DHCP, administrator jaringan harus melakukan konfigurasi IP address secara manual pada setiap perangkat, hal ini tentunya akan membutuhkan lebih banyak waktu dan tidak efisien. Apalagi pada jaringan komputer dengan skala besar.

     Fungsi DHCP

Selain untuk melakukan konfigurasi IP address secara otomatis, DHCP mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Mencegah Terjadinya Konflik IP

Konflik IP address adalah adanya beberapa perangkat yang mempunyai IP address sama dalam sebuah jaringan. JIka terjadi konflik maka perangkat tidak dapat terhubung ke jaringan. Konflik IP address biasanya terjadi ketika konfigurasi dilakukan secara manual. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan DHCP.

2. Pembaruan IP Secara Otomatis

DHCP mendukung pembaruan IP secara otomatis, sehingga jika IP address yang digunakan sebelumnya telah kadaluarsa akan diperbarui secara otomatis agar perangkat dapat tetap t  erhubung ke jaringan.

3. Mendukung Penggunaan Kembali IP

 

7

 
Konfigurasi jaringan pada DHCP bersifat sementara dalam jangka waktu tertentu yang disebut dengan lease time. Jika perangkat sudah tidak menggunakan IP address maka IP tersebut dapat dipergunakan kembali oleh perangkat lain yang mengajukan request.

     Cara Kerja DHCP

Agar dapat bekerja dengan baik DHCP memerlukan DHCP Server dan DHCP Client. DHCP server bertugas untuk mengelola konfigurasi jaringan komputer yang meliputi:

  • Penentuan IP gateway
  • Penentuan IP DNS server
  • Subnet mask
  • Lease time

Sementara DHCP Client adalah perangkat yang menerima konfigurasi IP Address dari DHCP server sehingga bisa terhubung dengan baik. Komunikasi antara DHCP Server dan DHCP Client untuk konfigurasi jaringan ini disebut dengan istilah DHCP Handshake. Berikut tahapan yang terjadi pada komunikasi tersebut:

1. Discovery

Pada tahap ini perangkat client akan mencari DHCP server dengan mengirimkan broadcast packet berupa discover message. Discover message berisi pesan bahwa client membutuhkan konfigurasi IP address.

2. Offer

Setelah menemukan DHCP server dan discovery message diterima, maka DHCP server akan merespon dengan offer message yang berisi konfigurasi IP address yang tersedia untuk client.

3. Request

Setelah offer message diterima oleh DHCP client, maka client akan mengirimkan request message yang berisi bahwa client menyetujui penawaran atau offer message sebelumnya diberikan oleh DHCP server.

4. Acknowledgement

Pada tahap ini DHCP server akan mengirimkan DHCP Acknowledgement yang berisi informasi konfigurasi IP address serta lease time (lama waktu sewa IP). Selain itu DHCP server juga akan mengubah status IP yang sudah dipinjamkan ke client. Sampai tahap ini client sudah dapat mendapatkan konfigurasi IP sehingga dapat terhubung ke jaringan untuk berkomunikasi.

 

 

 

 

8

 
 


5. Apa itu firewall

Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang mampu melindungi dari serangan virus, malware, spam, dan berbagai jenis serangan internet lainnya. Dapat dikatakan juga bahwa, firewall merupakan perangkat lunak untuk mencegah akses yang dianggap ilegal atau tidak sah dari jaringan pribadi (private network).

Sehingga, tugas utama dari adanya firewall sendiri adalah untuk melakukan monitoring dan mengontrol semua akses masuk atau keluar koneksi jaringan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan. 

Namun, masih terdapat beberapa orang atau user yang belum aware dengan adanya sistem ini dan cenderung mengabaikan dari sistem keamanan pada jaringan komputer. Selain itu, firewall juga mempunyai peranan penting dalam menjaga keamanan lalu lintas pada jaringan internet yang terhubung dengan perangkat komputer anda.

 

     Fungsi Firewall

Terdapat banyak sekali keunggulan dan fitur yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna agar tetap aman dalam mengakses halaman situs. Berikut ini merupakan beberapa fungsi utama dari penerapan firewall pada perangkat anda.

1. Melindungi Data dari Serangan Hacker

Pertama, jika anda sering mengakses internet dan tidak mengontrol aktivitas lalu lintas anda. Maka, semakin besar peluang anda untuk terkena peretasan data yang dilakukan oleh hacker untuk mendapatkan informasi penting milik anda.

Untuk dapat mencegah terjadinya hal tersebut, maka anda perlu untuk selalu mengaktifkan sistem perlindungan dari firewall agar anda tetap dapat berselancar di internet dengan nyaman dan aman.

2. Mampu Memblok Konten yang tidak Diinginkan

Kedua, fitur dari firewall juga dapat digunakan untuk memblokir atau melarang sebuah konten website dari alamat yang spesifik pada perangkat komputer anda. Selain itu, anda juga dapat mengatur alamat URL apa saja yang tidak boleh untuk diakses pada device anda.

3. Untuk Monitoring Bandwidth

Ketiga, firewall juga berfungsi untuk membatasi dan memonitor layanan bandwidth yang bisa digunakan. Selanjutnya, anda juga dapat menetapkan batasan untuk setiap konten berupa gambar, video, musik, atau hiburan lain. Anda juga dapat menentukan sendiri konten yang  cocok dengan minat dan keinginan anda, misalnya konten di bidang bisnis dan IT.

 

9

 
 

 


4. Dapat Mengakses Layanan VPN

Di dalam firewall juga memfasilitasi dengan adanya fitur VPN (Virtual Private Network) yang berfungsi untuk dapat mengakses berbagai akses konten atau website yang diblokir oleh pihak provider. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan produktivitas dan sistem data sharing yang akan diimplementasikan.

 

     Jenis-Jenis dari Firewall

Sebagai sistem keamanan perangkat, terdapat beberapa jenis firewall yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut merupakan jenis-jenis firewall yang dapat diketahui:

1. Next Generation Firewall

Jenis firewall yang pertama adalah Next Generation Firewall sering diklaim sebagai bentuk dari firewall masa kini. Dimana, untuk next generation firewall terbagi menjadi tiga fitur utama, yaitu pengecekan detail paket, evaluasi sumber paket, serta penentuan penilaian identitas paket.

Jika dilihat dari perspektif bentuk, maka firewall jenis ini terbagi lagi menjadi tiga, yaitu hardware, software, dan cloud

2. Packet Filtering Firewall

Jenis yang kedua adalah packet filtering firewall, merupakan tipe paling senior daripada jenis firewall lainnya. Proses kerja dari jenis ini adalah dengan cara mengecek paket sistem tersebut.

Proses pengecekan yang dilakukan meliputi validasi alamat IP, nomor port, tipe, dan kebutuhan lainnya. Kelebihan dari jenis packet filtering firewall adalah ringan dan tidak banyak berpengaruh pada performa dari sistem tersebut.

3. Proxy Firewall

Proxy firewall sering juga disebut dengan application – level gateway yang bekerja dengan memproses nilai sumber paket beserta isinya. Hal tersebut nantinya akan muncul perbedaan ketika anda memakai proxy firewall.

4. Stateful Inspection Firewall

 

10

 
Jenis wirefall terakhir adalah stateful inspection firewall, dimana fungsi utamanya adalah untuk mengecek packet source dan membuka isi dari paket tersebut. Jika anda menggunakan sistem ini, maka otomatis dapat meningkatkan tingkat keamanan, namun dapat mengurangi performa komputer anda.

 

     Manfaat Firewall

1. Melindungi Komputer dari Akses Ilegal Jarak Jauh

Manfaat yang pertama, firewall dapat melindungi dan mencegah dari praktik akses ilegal jarak jauh yang dapat dilakukan oleh seorang hacker. Misalnya saja, kursor dari mouse anda yang tiba – tiba dapat bergerak secara sendirinya. Tentu saja hal tersebut dapat terjadi dengan tujuan untuk praktik peretasan informasi atau data pribadi anda.

Dengan adanya perlindungan dari firewall, maka hal tersebut dapat diantisipasi dengan menerapkan konfigurasi OS yang benar. Serta, dapat menonaktifkan akses kontrol desktop jarak jauh yang dilakukan oleh peretas perangkat komputer anda.

2. Mampu Membuat Aplikasi Game Online Menjadi Lebih Aman

Berikutnya, bagi anda yang suka bermain dengan online gaming, tentunya akan sangat mengkhawatirkan jika saat bermain muncul sebuah malware atau pesan adanya virus dalam komputer tersebut. 

Oleh karena itu, dengan adanya firewall maka dapat mencegah hal tersebut terjadi semakin besar dan mampu diblokir secara cepat dan akurat.

3. Dapat Memblokir Pesan yang Tertaut

Di dalam internet pun juga dapat terjadi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan oleh user. Tentunya, dalam internet juga berpeluang muncul malware yang melintas pada dunia maya. Dengan firewall, maka dapat mencegah terjadinya hal tersebut semakin melebar dan berdampak buruk bagi kesehatan perangkat anda.

 

     Cara Kerja Firewall untuk Melindungi Perangkat Komputer

Di dalam firewall sendiri terbagi menjadi tiga metode untuk dapat mengontrol lalu lintas data keluar masuk data dari jaringan, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Lakukan Penyaringan (Filtering) Paket

Pada metode menggunakan paket potongan kecil data nantinya akan dianalisis terhadap sebuah satu set filter. Selanjutnya, paket yang telah melalui tahap filter masuk akan dikirim ke sistem yang diminta. Dan untuk paket lainya akan dibuang.

 

11

 
 


2. Proxy Service

Pendekatan metode selanjutnya yaitu menggunakan proxy, dimana informasi di internet akan diambil oleh firewall dan kemudian akan dikirim menuju sistem yang diminta. Begitu juga sebaliknya, sehingga akan terjadi proses yang terus berkelanjutan sesuai dengan layanan proxy yang diterapkan.

3. Melaksanakan Inspeksi Stateful

Metode terakhir terbilang cukup baru, dimana sistem tersebut akan membandingkan bagian kunci tertentu dari paket dengan basis data informasi terpercaya.Dimana, informasi dari firewall tersebut akan menentukan secara spesifik terkait karakteristik yang nantinya menghasilkan kecocokan yang masuk akal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12

 
 

 

 

 

 

 

 

 


6. Apa itu Gateway

Arti gateway adalah sebuah perangkat atau penghubung jaringan antara satu komputer dengan komputer lainnya, baik sesama komputer besar atau dari komputer besar ke komputer kecil. Gateway menghubungkan dua jaringan dengan protokol informasi/komunikasi yang berbeda namun secara bersamaan.

Tidak hanya menghubungkan satu atau dua komputer saja, gateway bahkan mampu menghubungkan banyak komputer dalam satu jaringan yang besar. Gateway juga tetap bisa menghubungkan beberapa jaringan komputer walaupun arsitektur dan pola topologi dari setiap jaringan berbeda. Pada dasarnya, fungsi gateway yaitu sebagai “gerbang atau gate” antara dua jaringan. Gateway berfungsi sebagai titik keluar dan masuk untuk jaringan karena semua data harus melalui gateway komunikasi sebelum dirutekan.

 

Cara Kerja Gateway dalam Jaringan

Secara umum, cara kerja gateway merupakan sebuah proses jaringan yang bisa terhubung sampai ke jaringan yang berbeda. Jaringan komputer biasanya memiliki setidaknya dua atau lebih jenis gateway interface yang nantinya akan digunakan sebagai penghubung kedua jaringan tersebut untuk proses transfer data.

Misalnya, ketika kamu hendak membuka sebuah website, Web broswer kamu akan melewati gateway yang nantinya akan memberi arahan agar paket tersebut sampai ke tujuannya

 

     Fungsi Gateway

Selain fungsi yang sudah disebutkan di atas, masih banyak fungsi lain dari gateway. Berikut ini beberapa fungsi gateway diantaranya yaitu.

1. Hardware sharing

Fungsi pertama dari gateway adalah hardware sharing, yaitu menggunakan perangkat keras secara bersamaan. Contohnya di sini yaitu penggunaan printer pada sebuah kantor. Seringkali di sebuah ruangan terdapat setidaknya satu printer. Dengan adanya sistem gateway maka seluruh orang yang ada pada ruangan tersebut dapat menggunakannya.

2. Protocol converting

Berikutnya gateway berfungsi sebagai konversi protokol. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, fungsi utama gateway yaitu menghubungkan berbagai jaringan meski menggunakan protokol yang berbeda. Nah, tugas gateway di sini memastikan bahwa meskipun protokolnya berbeda namun tetap bisa terhubung dengan baik.

 

13

 
 

3. Memudahkan akses informasi

Setelah berhasil mengonversi protokol dan menyamakannya, fungsi gateway selanjutnya mempermudah akses terhadap informasi yang dibutuhkan karena komputer tersebut sudah saling terhubung dan dapat bertukar data. Jika tidak ada gateway, maka kedua komputer tersebut yang memiliki protokol berbeda tidak bisa saling terkoneksi.

 

4. Membantu kinerja komputasi

Fungsi gateway berikutnya yaitu dapat membantu kinerja komputasi. Pada kondisi tertentu, gateway bisa membantu perusahaan untuk mengoptimalkan stabilitas komputasi. Caranya yaitu dengan membagi atau memberikan tugas komputasi ke komputer lain yang memiliki jaringan sama ketika overload.

5. Pengaturan data yang mudah

Dengan adanya gateway dalam sebuah bisnis atau perusahaan yang menggunakan banyak komputer, maka akan memudahkan dalam integrasi atau organisasi data. Terlebih jika terdapat berbagai divisi dan departemen yang bekerja secara terpisah.

Ketika komputer sudah terhubung dengan gateway, maka pihak-pihak yang membutuhkan data atau informasi bisa lebih mudah mendapatkannya. Kemudian, harus ada seorang admin yang bertugas mengontrol keamanan dan pengaturan data tersebut.

     Jenis jenis Gateway

      Gateway dibagi menjadi beberapa jenis, yang dibedakan berdasarkan arah alur informasi dan data. Di bawah ini beberapa jenis gateway sebagai berikut:

1. Network gateway

      Jenis pertama merupakan yang paling umum dari gateway, yaitu yang menyediakan interface antara dua jaringan berbeda yang beroperasi dengan protokol yang berbeda juga. Apabila terdapat gateway yang disebut tanpa diikuti nama jenisnya, maka bisa dipastikan jika itu adalah network gateway.

2. Cloud storage gateway

      Merupakan node jaringan atau server yang menjadi penerjemah dari permintaan penyimpanan dengan panggilan API yang layanan cloud yang berbeda. Jenis cloud-nya sendiri di antaranya seperti REST (Representational State Transfer) dan SOAP (Simple Object Access Protocol). Dengan jenis gateway ini, maka integrasi penyimpanan cloud pribadi ke aplikasi dapat terfasilitasi dengan mudah tanpa perlu melakukan transfer aplikasi ke public cloud.

 

 

14

 
 


3. IoT gateway

      loT gateway merupakan penggabungan data sensor seluruh perangkat IoT, kemudian dilakukan proses penerjemahan dua atau lebih protokol sebelum data dikirim ke jaringan layanan cloud. Berdasarkan fungsi tersebut, gateway IoT dapat menghubungkan perangkat jaringan cloud berbasis IoT dengan aplikasi para penggunanya.

4. VoIP trunk gateway

      Jenis gateway ini bertugas memfasilitasi pertukaran data antara perangkat PSTN dengan jaringan VoIP. Sehingga memungkinkan pengguna PSTN (public switched telephone network) dapat tersambung ke jaringan VoIP (voice over internet protocol) tanpa harus ada operator.

5. Bidirectional gateway

Bidirectional gateway merupakan jenis gateway yang memungkinkan data bergerak menuju dua arah yang berbeda, itulah mengapa jenis ini juga dapat menjadi alat sinkronisasi.

6. Unidirectional gateway

Berbeda dengan sebelumnya, jenis gateway terakhir ini data hanya bergerak ke satu arah saja. Jenis ini seringkali digunakan sebagai alat untuk pengarsipan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15

 
 


7. Topologi Jaringan Di ip addres

Topologi jaringan adalah pengaturan fisik dan logis dari node dan koneksi dalam jaringan. Node biasanya menyertakan perangkat seperti sakelar, router, dan perangkat lunak dengan fitur sakelar dan router. Topologi jaringan sering direpresentasikan sebagai grafik.

Topologi jaringan menggambarkan susunan jaringan dan lokasi relatif arus lalu lintas. Administrator dapat menggunakan diagram topologi jaringan untuk menentukan penempatan terbaik untuk setiap node dan jalur optimal untuk arus lalu lintas. Dengan topologi jaringan yang terdefinisi dengan baik dan terencana, organisasi dapat lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaiki masalah, meningkatkan efisiensi transfer datanya

Ada dua jenis koneksi dalam sistem jaringan komputer. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut:

1. Topologi Jaringan Fisik

     Ini dapat dijelaskan sebagai jenis koneksi yang nyata. Ini adalah koneksi fisik dalam jaringan seperti kabel, router, sakelar, kabel, dll. Ini adalah tata letak fisik node dan koneksi antara node jaringan.

2. Topologi Jaringan Logis

     Ini dapat dijelaskan sebagai bagian non-nyata dari koneksi atau konfigurasi perangkat lunak jaringan. Ini menunjukkan bagaimana data mengalir di dalam jaringan. Contoh konfigurasi tersebut adalah VLAN (Virtual LAN). Topologi logis dari dua sistem dapat sama meskipun memiliki topologi fisik yang berbeda.

Cara Kerja Topologi Jaringan

Di dunia yang didorong oleh teknologi ini, jaringan memainkan peran penting dalam aktivitas sehari-hari setiap individu dan organisasi. Tetapi harus ada beberapa model atau pedoman khusus yang harus diikuti untuk menghubungkan satu perangkat ke perangkat lainnya. Tata letak logis atau fisik atau konfigurasi jaringan ini dikenal sebagai topologi jaringan, dan jika Anda seorang profesional TI, inilah yang perlu Anda ketahui.

 

16

 
Topologi jaringan adalah pengaturan substansial dari jaringan di mana semua node terhubung satu sama lain menggunakan tautan jaringan atau jalur penghubung. Selain hanya menjelaskan bagaimana node saling berhubungan, topologi jaringan juga menjelaskan bagaimana data ditransfer dalam suatu jaringan.

Topologi jaringan logis adalah representasi tingkat tinggi tentang bagaimana dua atau lebih node terhubung. Topologi jaringan logis menggambarkan atau menjelaskan bagaimana sinyal bekerja pada jaringan dan bagaimana data ditransmisikan dari satu node ke node lain pada tingkat yang sangat tinggi. Di sisi lain, topologi fisik menggambarkan bagaimana node secara fisik terhubung satu sama lain. Koneksi fisik dapat dibuat menggunakan kabel, konektivitas nirkabel, komponen jaringan, dan banyak lagi.

Jenis-Jenis Topologi Jaringan 

1. Topologi Bus 

Topologi bus adalah jenis topologi paling sederhana di mana bus atau saluran umum digunakan untuk komunikasi dalam jaringan. Bus terhubung ke berbagai tap dan dropline. Keran adalah konektornya, sedangkan dropline adalah kabel yang menghubungkan bus dengan komputer. Dengan kata lain, hanya ada satu saluran transmisi untuk semua node.

Berikut kelebihan/keuntungan menggunakan topologi bus:

·         Biaya kabel sangat kurang dibandingkan dengan topologi lain, sehingga banyak digunakan untuk membangun jaringan kecil.

·         Terkenal dengan jaringan LAN karena murah dan mudah dipasang.

·         Ini banyak digunakan ketika instalasi jaringan kecil, sederhana, atau sementara.

·        

 

17

 
Topologi bus adalah salah satu topologi pasif. Jadi komputer di bus hanya mendengarkan data yang dikirim, yang tidak bertanggung jawab untuk memindahkan data dari satu komputer ke komputer lain.

 

b. Kekurangan Topologi Bus

Berikut adalah kekurangan/kekurangan topologi bus:

·         Jika kabel umum gagal, maka seluruh sistem akan mogok.

·         Ketika lalu lintas jaringan padat, terjadi tabrakan di jaringan.

·         Setiap kali lalu lintas jaringan padat, atau node terlalu banyak, waktu kinerja jaringan berkurang secara signifikan.

·         Kabel selalu memiliki panjang yang terbatas.

 

2. Topologi Ring 

Topologi ring adalah topologi dimana setiap komputer terhubung dengan tepat dua komputer lainnya membentuk ring. Penyampaian pesan bersifat searah dan melingkar.

Topologi jaringan ini bersifat deterministik, yaitu setiap komputer diberikan akses untuk transmisi pada interval waktu yang tetap. Semua node terhubung dalam loop tertutup. Topologi ini terutama bekerja pada sistem berbasis token dan token bergerak dalam satu lingkaran dalam satu arah tertentu.

Dalam topologi ring, jika token gratis maka node dapat menangkap token dan melampirkan data dan alamat tujuan ke token, dan kemudian meninggalkan token untuk komunikasi. Ketika token ini mencapai node tujuan, data dihapus oleh penerima dan token dibebaskan untuk membawa data berikutnya. Misalnya, Token Ring, dll.

·        

 

18

 
Jaringan cincin dapat menjangkau jarak fisik yang lebih jauh, karena node akan membuat ulang pesan saat sedang diteruskan.

·         Menambahkan lebih banyak node tidak akan memperlambat seluruh jaringan, karena hanya node yang memiliki token yang dapat mengirimkan data; Jaringan dering yang lebih besar hanya akan memiliki banyak token yang diedarkan.

·         Relatif terjangkau dan mudah untuk membangun/memperluas jaringan cincin, karena pada dasarnya hanya menempatkan perangkat ke dalam rantai daisy tertutup.

b. Kekurangan Topologi Ring

·         Bergantung pada bagaimana jaringan dering dikonfigurasi, satu pemutusan jaringan secara teknis masih dapat berfungsi secara normal. Tetapi dengan 2 node yang rusak, jaringan cincin pada dasarnya akan runtuh menjadi 2 bagian yang terpisah.

·         Sangat sulit untuk menambah atau menghapus sebuah node, karena akan mempengaruhi seluruh jaringan.

 

3. Topologi Star 

Topologi star adalah topologi jaringan komputer di mana semua node terhubung ke hub terpusat. Hub atau switch bertindak sebagai middleware antara node. Setiap node yang meminta layanan atau menyediakan layanan, pertama-tama hubungi hub untuk komunikasi.

Perangkat pusat (hub atau sakelar) memiliki tautan komunikasi titik ke titik (tautan khusus antara perangkat yang tidak dapat diakses oleh beberapa komputer lain) dengan perangkat. Perangkat pusat kemudian menyiarkan atau unicast pesan berdasarkan perangkat pusat yang digunakan. Hub menyiarkan pesan, sedangkan sakelar unicast pesan dengan mempertahankan tabel sakelar. Penyiaran meningkatkan lalu lintas data yang tidak perlu dalam jaringan.

 

19

 
Dalam topologi star, hub dan switch bertindak sebagai server, dan perangkat lain yang terhubung bertindak sebagai klien. Hanya satu port input-output dan satu kabel yang diperlukan untuk menghubungkan sebuah node ke perangkat pusat. Topologi ini lebih baik dari segi keamanan karena data tidak melewati setiap node. Misalnya LAN Berkecepatan Tinggi, dll.

·         Relatif mudah diatur dan dirawat – Cukup sambungkan atau putuskan sambungan perangkat dari hub pusat.

·         Node yang rusak tidak akan memengaruhi jaringan lainnya.

b. Kekurangan Topologi Star 

·         Performa jaringan dan jumlah koneksi dibatasi oleh perangkat pusat.

·         Hub atau router pusat yang baik bisa sangat mahal.

·         Titik kegagalan. Jika node pusat turun, seluruh jaringan runtuh.

 

4. Topologi Mesh 

Topologi mesh adalah topologi jaringan komputer dimana node-nodenya saling berhubungan satu sama lain. Dengan kata lain, komunikasi langsung terjadi antara node dalam jaringan.

Ada terutama dua jenis Mesh:

 

20

 
– Full Mesh: Di mana setiap node terhubung ke setiap node lain dalam jaringan.

 

– Partial Mesh: Di mana, beberapa node tidak terhubung ke setiap node dalam jaringan.

           

Dalam topologi mesh yang terhubung penuh, setiap perangkat memiliki tautan titik ke titik dengan setiap perangkat lain dalam jaringan. Jika ada ‘n’ perangkat dalam jaringan, maka setiap perangkat memiliki port input-output dan tautan komunikasi ‘(n-1)’ yang tepat.

Tautan ini adalah tautan simpleks, yaitu data bergerak hanya dalam satu arah. Tautan dupleks (di mana data dapat berjalan di kedua arah secara bersamaan) dapat menggantikan dua tautan simpleks.

 

21

 
Jika kita menggunakan tautan simpleks, maka jumlah tautan komunikasi akan menjadi ‘n(n-1)’ untuk perangkat ‘n’ , sedangkan ‘n(n-1)/2’ jika kita menggunakan tautan dupleks di topologi jala. Misalnya, Internet (WAN), dll.

a. Keuntungan Topologi Mesh

·         Jaringan yang sangat kuat. Satu atau dua garis putus tidak akan menyebabkan seluruh jaringan runtuh.

·         Relatif mudah untuk memecahkan masalah dan menemukan simpul yang rusak ketika rute tertentu mengalami gangguan.

b. Kekurangan Topologi Mesh 

·         Sangat mahal. Melibatkan banyak pekerjaan jaringan dan kabel.

·         Mungkin tidak mudah untuk diperluas, karena menambahkan node tambahan ke jaringan akan berarti lebih banyak biaya dan perubahan konfigurasi.

5. Topologi Tree

Topologi Tree–juga disebut topologi “hierarki” atau “bintang dari bintang”, topologi tree adalah kombinasi dari topologi bus dan star. Node terhubung dalam kelompok workstation berkonfigurasi bintang yang bercabang dari “root” tunggal. Node akar biasanya mengontrol jaringan dan terkadang arus lalu lintas jaringan. Topologi ini mudah diperluas ketika pengguna baru perlu ditambahkan, itu hanya masalah menambahkan hub baru. Ini juga mudah dikendalikan karena root menyediakan

a. Keuntungan Topologi Tree 

·         Baik untuk jaringan besar yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Misalnya, organisasi dengan berbagai departemen – Pelatihan, keuangan, pemasaran, dll…

·         Lebih mudah dikelola karena jaringan dibagi menjadi beberapa segmen.

·        

 

22

 
Cukup kuat bila dikonfigurasi dengan benar. Jika sub-jaringan rusak, itu tidak akan memengaruhi jaringan lainnya.

b. Kekurangan Topologi Tree 

·         Mahal untuk membangun, karena melibatkan banyak peralatan jaringan dan kabel.

·         Tergantung pada bagaimana jaringan pohon dibangun kembali – Jika “node tingkat atas” atau hub pusat turun, seluruh jaringan dapat lumpuh.

6. Topologi Hybrid

Topologi Hybrid adalah topologi komputer yang merupakan kombinasi dari dua atau lebih topologi. Dalam penggunaan praktis, mereka adalah yang paling banyak digunakan.

Pada topologi ini, semua topologi saling berhubungan sesuai dengan kebutuhan sehingga membentuk hybrid. Semua fitur bagus dari setiap topologi dapat digunakan untuk membuat topologi hybrid yang efisien.

·         Desain yang fleksibel.

·         Dapat diskalakan. Perluas sesuai kebutuhan organisasi, dan kecilkan jika diperlukan.

 

b. Kekurangan Topologi Hybrid 

·         Kompleks dalam desain. Insinyur jaringan harus mengetahui berbagai topologi dan tipu muslihat jaringan.

·        

 

23

 
Ini mungkin bukan yang paling hemat biaya, karena mungkin melibatkan penggunaan banyak perangkat jaringan yang berbeda. 

Bagaimana Cara Memilih Topologi Yang Tepat Untuk Bisnis Anda? 

Ada faktor-faktor tertentu yang harus dipertimbangkan saat memilih topologi mana yang terbaik untuk bisnis mereka. Berikut ini adalah faktor terpenting yang harus dipertimbangkan saat memilih topologi jaringan komputer untuk bisnis mereka:

Mengetahui topologi jaringan komputer yang sesuai dan memenuhi kebutuhan bisnis adalah faktor terpenting dalam menentukan topologi jaringan mana yang harus diadopsi. Setiap bisnis memiliki persyaratan dan kebutuhannya sendiri, misalnya beberapa bisnis memerlukan tingkat transmisi data yang tinggi sedangkan beberapa bisnis perlu menangani jumlah data yang lebih besar secara real time.

1. Skalabilitas

Setiap bisnis memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Jadi skalabilitas topologi jaringan komputer yang digunakan merupakan faktor penting. Jika pemilik bisnis mampu memprediksi pertumbuhan bisnis maka akan lebih mudah untuk memilih topologi komputer tertentu. Setiap topologi memiliki potensi skalabilitasnya sendiri misalnya topologi Star memudahkan untuk menambah atau menghapus node dari jaringan karena setiap node memiliki tautan individual dengan perangkat pusat sedangkan dalam kasus topologi Ring penambahan atau penghapusan node sangat merepotkan karena seluruh jaringan offline untuk menjalankan tugas-tugas ini.

2. Hemat biaya

Biaya selalu merupakan faktor penting secara umum. Setiap bisnis ingin menghemat uang, mengurangi biaya, dan meningkatkan pendapatannya. Dalam kasus topologi jaringan komputer, kompleksitas jaringan berbanding lurus dengan biaya pengaturan topologi jaringan. Saat memilih topologi jaringan komputer, kita tidak hanya harus mempertimbangkan biaya pengaturan jaringan tetapi juga mempertimbangkan biaya pemeliharaan jaringan dan biaya peningkatan jaringan.

Harus ada keseimbangan antara biaya pemasangan jaringan, pemeliharaan jaringan, pengoperasian jaringan, dan tingkat kinerja jaringan. Misalnya topologi Mesh mungkin merupakan topologi yang paling tidak efisien karena membutuhkan banyak tautan sedangkan dalam kasus topologi ring dan topologi bintang, biaya jaringan minimal.

 

24

 
3. Keamanan

Keamanan data adalah bagian yang sangat penting dari kebijakan bisnis apa pun. Keamanan dan kerahasiaan data sangat penting dan reputasi perusahaan dipertaruhkan dalam hal keamanan data. Topologi jaringan yang paling aman adalah topologi Mesh karena menyediakan koneksi khusus ke setiap node dan kemungkinan kehilangan paket data minimal dan keamanan yang ditawarkan adalah yang terbaik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25

 
 


Penutup

 

25

 
Sebagai penutup, kita dapat menyimpulkan bahwa jaringan komputer telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari. Dari komunikasi hingga transaksi bisnis, jaringan komputer telah memfasilitasi pertukaran informasi yang cepat dan efisien. Meskipun ada tantangan dalam hal keamanan dan privasi, teknologi ini terus berkembang dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan kita. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana jaringan komputer bekerja, kita dapat lebih efektif dalam memanfaatkannya dan melindungi diri kita dari potensi risiko. Semoga makalah ini memberikan wawasan yang berguna tentang pentingnya jaringan komputer dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya untuk keuntungan kita





Donload : DISINI



Komentar